Berteori Tentang Apa Itu Teologi Menurut Paham Orang Awam dan Menurut Dunia Luas, Sesuai Konteks Masa Kini
Banyak orang yang mengatakan bahwa kata Teologi sendiri merujuk pada sarjana dan menjadi seorang calon pelayan Tuhan nantinya dan dalam pandangan dunia modern sekarang, itu merupakan hal yang merujuk kepada sesuatu yang berbau harum - harum, contohnya ada yang mengatakan hal seperti ini : ketika ia sarjana nanti hidupnya sudah makmur, banyak rezekinya dan selalu dimudahkan oleh Tuhan dan hal positif lainnya. ketika saya mendengar hal ini dan berdinamika dengan itu, pandangan saya tidaklah sama dengan pemikiran - pemikiran orang - orang seperti itu.
Hidup di dunia Teologi sendiri sebenarnya bukanlah hal yang mudah - mudah saja. Teologi sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Berarti : Pengetahuan ketuhanan (mengenai sifat Allah, dasar kepercayaan kepada Allah dan agama, terutama berdasarkan pada kitab suci)
Melihat dari kitab suci atau Alkitab sendiri bahwa salah satu tokoh Alkitab dalam perjanjian lama yang kehidupannya di terpa penderitaan yang bertubi - tubi dari Tuhan yaitu : Ayub.
Dia dalam semalam saja berubah sangatlah drastis dan juga Keluarga, Harta kekayaan, anak - anaknya ditinggal semua, dari yang sehat menjadi sakit - sakitan, yang terhormat menjadi tersingkirkan dan dihilangkan dan wanita dan penyakit sampar pun mengenai tubuhnya yang dulunya Elok dan gagah akhirnya sebagian tubuhnya mengenai penyakit sampar yang parah selama 7 hari 7 malam.
Seberapa pedis penderitaan Ayub dengan konteks kita sekarang ini?? derita kita tidak ada apa - apanya. mengibaratkan 1 punya kita dan 100nya punya Ayub.
Pada hal berbeda juga dengan Tuhan Yesus sendiri di kitab perjanjian Baru namun kali ini Ia sebagai Tuhan yang sudah naik ke surga memiliki peran yang sangat fenomenal pada waktu itu.
Ia telah melewati masa - masa sengsara itu dengan rasa sakit yang ia derita pada tubuh - Nya hingga Ia sampai ke Bukit Golgota atau Bukit Tengkorak. Ia diadili di Kerajaan Pontius Pilatus, Disiksa dan dipukuli sebanyak 5480 pada tubuhnya hingga ia berjalan memikul salib - Nya dan dibantu oleh Simon orang Kirene untuk membantu - Nya memikul salib sampai ke Bukit Golgota atau Bukit Tengkorak itu.
Kalau dipikir ini lebih ganas dari pada Ayub, atau sama saja? atau bagaimanakah menurut anda? akan tetapi bagaimana kita memahami arti penderitaan dari kedua tokoh yang paling fenomenal dalam sejarah Alkitab pada perjanjian lama dan perjanjian baru tersebut, sesuai konteks masa kini?
Memahami tentang hal itu sebenarnya kita tidak usah memandang penyengsaraan Kedua Tokoh tersebut melainkan kita memandangNya tentang Iman kita terhadap Tuhan didalam dunia Teologi maupun diluar dunia Teologi Tersebut.
Iman tanpa perbuatan pun Mati, iya kan? maka dari pada itu kita harus meyakini sungguh - sungguh iman kita kepada Tuhan yang bersumber pada Yesus Kristus itu sendiri.Iman yang sejati itu iman yang percaya pada - Nya dan mematuhi perintah - perintah - Nya serta menjalankan Aturan - Nya didalam kehidupan kita hari lepas hari. Yesus adalah sumber iman dan Iman sendiri bersandar dan mengandalkan Allah dalam segala sesuatu.
Menghadapi konteks masa kini, hidup kita harus berpedoman pada isi Alkitab dan melakukan hukum - hukumnya sesuai yang diajarkan Yesus kepada kita. hidup didalam dunia Teologi itu bukan hal yang mudah - mudah saja mengapa saya bilang begitu? karena sesuatu hal yang menyangkut itu pun sama seperti kehidupan orang lain pada umunya tapi disini kita yang sudah berdinamika didalamnya kita harus berbagi pengalaman hidup kita dengan orang lain yang belum paham akan arti Teologi itu seperti apa di dalam dunia berpelayanan kita hari lepas hari. dengan demikian pemahaman seperti pun akan makin berkurang bahwa hidup itu di dalam orang yang berteologi dan bukan berteologi pun sama di mata Tuhan dan sama - sama mempunyai pergumulan yang berbeda - beda disetiap kehidupannya dan tetap kita tetap bersandar pada Tuhan karena Dia yang memberi segalanya kepada kita dan juga berpedoman pada perintah dan hukum yang terkandung dalam Alkitab agar hidup kita pun jauh dari pencobaan.
Mari merefleksikan dan merenungkan arti kata Teologi di dalam hidup kita bersama dengan Tuhan selama kita hidup didunia yang luas ini.
Tuhan Yesus Memberkati kita semua.
